MENGAPA SAYA MASUK AGAMA ISLAM dan MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD SEBAGAI RASUL ALLAH S.W.T. P1

oleh: ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)

Penerbit: C.V. "RAMADHANI" -Semarang
Penyiar: "AB. SITTI SYAMSIYAH" – Sala

RIWAYAT SINGKAT PENULIS

Menurut bintang, penulis dilahirkan pada rasi Gemini, yaitu tanggal 6 Juni, tahun 1943, ketika bumi Indonesia masih dalam asuhan "saudara tuanya," yang kemudian sesudah dibom atom, menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Amerika dan sekutunya. Saya dilahirkan tanggal enam, bulan yang keenam pada hari keenam jam enam pagi. Apakah pembaca percaya itu ataukah tidak, terserah, tetapi begitulah yang dituliskan oleh bapak pendeta ketika mempermandikan saya pada tanggah 27 Nopember 1949 di Pekalongan. Saya anak Kristen, tetapi jelas bukan Kristen abangan, sebab pada tahun 1936 ayah saya, Izaak Hendrik, telah lulus dari Kweekschool van het Leger Des Heils Bandung, yaitu sekolah Opsir, atau sekolah pendeta dari sekte Bala Keselamatan, masih termasuk mashab Methodist -Inggris.

Oleh karena sejak kecil saya sudah harus membaca Injil, maka akhirnya saya mahir dalam menghapal dan mengetahui ayat-ayat Injil, seperti para pendeta dan calon pendeta pada umumnya.

Meskipun ayah saya pengikut faham Protestan, tetapi saya disekolahkan di sekolah Katolik, yaitu pada waktu di S.R. tiga tahun lamanya, S.M.P. dua tahun lamanya, dan di S.M.A. setahun pula. Selebihnya saya bersekolah di sekolahan Kristen (Protestan maksudnya). Dalam sekolah Katolik saya harus pula mempelajari agama Katolik, sebab disana, andaikan murid itu pandai sekalipun bila vak agama (Katolik tentunya) mendapat angka 5, tidak akan ia dinaikkan kelasnya. Waktu saya duduk dikelas dua S.M.P., saya dikeluarkan, karena saya menentang pateer Paulinos yang mengajarkan Sejarah Dunia, yang dalam menerangkan tentang Reformasi, banyak sekali saya rasakan menyinggung kenyataan yang saya peroleh dalam agama Protestan. Didalam kehidupan saya dalam agama Kristen, saya merasakan amat bahagia, sebab saya adalah seorang diantara sekian banyak orang yang telah diselamatkan oleh Yesus juru selamat saya, Anak Allah yang telah turun kedunia mati ganti dosa-dosa kita. Saya sangat fanatik pada agama saya, sebab negeri saya, (Timor Kupang) 95% Kristen, lagi pula banyak paman-paman saya yang menjabat penetua, yaitu pendeta-pendeta kecil didesa disamping ayah sayapun adalah seorang pendeta. Itulah makanya saya pernah bermukim setahun lamanya dalam sekolah pendeta jalan Kramat Raya 55 Jakarta, yaitu kira-kira tahun 1962. Islam bagi saya adalah bukan suatu agama. Islam itu kolot, Islam identik dengan Arab, sedangkan Arab itu kikir. Agama Islam tidak memperoleh keselamatan Illahi, sebab tidak mengakui Yesus sebagai anakNya yang tersalib ganti dosa dan salah kita. Ia, bila hendak sembahyang harus berteriak-teriak dahulu, dan mencuci kaki serta meminum air bekas cuciannya, alangkah kotornya. Islam itu kejam, mengacaukan negara kita, mau pula merubah dasar negara kita menjadi negara Islam, dan untuk itu ia memberontak.

BAGAIMANA SAYA MENGENAL ISLAM

Sejarah ibarat roda, selalu berputar dan berputar. Demikian pula dengan manusia. Apa yang baru dihari ini, akan usang dikeesokannya, apa yang baik hari ini, belum tentulah baik kemudiannya. Dunia penuh dinamika dan romantika. Sayapun penuh dengan dinamika dan romantika. Pada tahun 1964 saya naik kereta api dari Jakarta ke Surabaya, entah suatu kesengajaan yang sudah diatur oleh Tuhan ataukah bagaimana, tetapi yang jelas saya telah duduk berdampingan dengan seorang yang mengaku bernama Haji Mahmud, yang tertarik oleh ketekunan saya membaca injil, akibatnya berdialog, dan dalam dialog itu ia memberikan pada saya "Sebuah ajaran Islam," yang bunyinya: 'Kul huallahu Ahad, Allahus samad, Lam yalid walam yulad, Walam yakun lahu kufuwan Ahad,' yang artinya: Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnva Allah itu Esa tempatmu bergantung. Ia (Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan Ia tiadalah mempunyai tandingan."

Haji tersebut menerangkan, bahwa Islam bukan hanya sekedar Agama, tetapi juga suatu risalah, suatu ideologie dan suatu falsafah, yang cocok untuk sega]a bangsa dan golongan. Islam tidak mengenal diskriminasi, dan jabatan, dan pangkat, itulah sebabnya dalam mesjid hanya dipakai tikar, dan dalam sambahyang semua ummatnya harus tunduk hingga mukanya ke bumi tanpa memandang dia itu apa dan siapa.

DORONGAN SAYA UNTUK MENYELIDIKI INJIL

Kalimat-kalimat Lam yalid Qalam yulad, benar-benar merupakan kalimat pendorong pada saya untuk menyelidiki apa sebenarnya Islam itu. Itulah sebabnya saya lalu dihinggapi penyakit "memborong" buku-buku Islam, baik itu karangan Prof. Dr. Hamka, Sallaby, Ashiddiqy, Imam Ghozali, Rosyidi, maupun kepada Al-Qur'annya sendiri, yaitu tafsirannya, dan kitab hadits-hadits. Iman saya kepada Kristen makin lama makin luntur. Satu persatu dogma dogma Kristen tidak dapat saya terima lagi. Pertanyaan hati saya tentang Tuhan itu tiga tetapi satu; juga tentang Yesus itu manusia dan Yesus itu juga Allah, tentang dosa keturunan. Salib dstnya satu persatu terjawab dalam Al-Qur'an secara jelas. Dan untuk ini saya kira karena saya mengadakan penyelidikan pengulangan terhadap Injil. Sudah tentu bukan penyelidikan secara dahulu lagi yang mendasarkan pembacaan kepada sola fide, tetapi penyelidikan baru, yaitu dengan menggunakan ratio, dan menggunakan kitab suci yang lain (Taurat & Qur'an) sebagai bahan pembanding.

INJIL

Sebagaimana kita mengetahui, bahwa pegangan ummat Kristen, termasuk saya pada waktu itu ialah: Injil. Injil adalah pokok dasar hidup daripada ummat Kristen, sebab Injil menurut Kristen ialah suatu kitab yang suci ayat-ayatnya sebab datangnya dari Allah (Yesus Kristus). Injil yang bersatu dengan kitab-kitab lainnya namanya Al Kitab. Al Kitab sendiri terbagi atas dua bahagian, ialah perjanjian lama (Old Testamen) dan Perjanjian Baru (New Testamen).

Diantara Perjanjian lama dan Perjanjian yang baru ada hubungan, yaitu saling genap menggenapkan, saling isi mengisi. Untuk kita memahami lebih jauh tentang Perjanjian lama & Perjanjian baru ini, baiklah kita lihat sekarang:

PERJANJIAN LAMA

Perjanjian Lama ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum kedatangan Yesus. Perjanjian Lama memuat 39 kitab-kitab yaitu: kitab-kitab (1) Kejadian, (2) Keluaran, (3) Imamat, (4) Bilangan, (5) Ulangan, (6) Yusak, (7) Hakim-hakim, (8) Ruth, (9) Semuil I, (10) Semuil II, (11) Raja-raja I, (12) Raja-raja II, (13) Tawarikh I, (14) Tawarikh II, (15) Ezra, (16) Nahemia, (17) Ayub, (18) Mazmur (Zabur), (19) Amstal Soleman, (20) Alkhatib, (21) Syirulasar, (22) Yesaya, (23) Yehermia, (24) Nudub Yehermia, (25) Yeheskiel, (26) Daniel, (27) Hosea, (28) Yowel, (29) Amos, (30) Obaja, (31) Yunus, (32) Mikha, (33) Nahum, (34) Habakuk, (35) Sefanya, (36) Hajai, (37) Zakaria, (38) Malakhi, (39) Esther.

Didalam kitab Perjanjian Lama Katolik, kitab Ruth tidak ada sebaliknya mereka masih menambahkan pula kitab-kitab:
sambungan Daniel, Ensiklik I & II, Makabe I & II, Barukh, Thobiah dan Yahudiah, sehingga bila Perjanjian Lama kaum Protestan hanya mempunyai 39 kitab-kitab, maka Perjanjian Lama Katolik mempunyai 46 kitab-kitab. Ditinjau dari penulisannya menurut Kristen, maka Perjanjian Lama terdiri atas:
1. Penulisan Musa.
2. Penulisan Daud.
3. Penulisan Nabi-Nabi dan Nabiah yang lain.
Ditinjau dari isinya, maka Perjanjian Lama terdiri atas:
Keesaan Allah, Hukum-hukum Sejarah dan Nubuatan.

Perihal Keesaan Allah

a. Ulangan 32:39: Bahwa Akulah Tuhan, bahkan Akulah dia, dan bagi segala dewa-dewapun tiada sertaku. Aku ini yang mematikan, Aku ini yang menghidupkan, maka tiada sesoangpun dapat terlepas dari tanganKu.
b. Ulangan 4:39: Bahwa Tuhan itulah Hua, baik yang di langit diatas, baik yang di bumi dibawah, dan kecuali ia tiada lain.
c. Ulangan 6:4: Dengarkanlah olehmu hai Israil, bahwasanya Hua Allah kita, Hua itu esa adanya.
d. Keluaran 20:2 -4: Jangan padamu ada Allah lain, di hadapan haderatku, jangan diperbuat olehmu akan patung ukiran, atau akan peta barang yang didalam langit diatas, atau barang yang dibumi dibawah, atau barang yang didalam air dibawah bumi. Jangan kamu berbuat sujud kepadanya, karena Akulah Tuhan Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang akan membalaskan durhaka atas segala orang yang membenci kepadaku sampai kepada gilir yang keempatpun daripada segala bapa.

Perihal Hukum
a. Imamat 11:7: Dan lagi akan babi, Kuharamkan ia kepadamu, karena meskipun kukunya bersiratan ia itu berbelah dua, tetapi tidak ia memamah biak, maka jangan kamu memakan dagingnya dan jangan kamu menjamah akan bangkainya, karena telah Kuharamkan ia kepadamu.
b. Keluaran 20:13 -16: Jangan kamu membunuh, jangan kamu membuat zinah, jangan kamu mencuri, jangan kamu mengatakan kesaksian dusta atas sesamamu manusia.
c. Keluaran 21:18: Jika ada orang berbantah-bantah dipalu seorang akan seorang dengan batu, atau digencet sehingga tiada ia mati melainkan ia jatuh sakit pada katilnya, jikalau orang itu bangkit berdiri, serta berjalan diluar dengan bersandar pada tongkatnya, maka orang yang sudah memalu akan dia tiada bersalah hanya akan digantinya rugi karena berhenti kerjanya dan disuruhnya obati dia sampai sembuh sakitnya.
d. Keluaran 23: 1: Jangan kamu bawa kabar yang dusta dan jangan engkau memasuk tangan dalam perkara orang yang jahat, dan menjadi saksi akan hal yang tiada benar.

Perihal Sejarah

Sejarah yang dimaksud disini ialah sejarah bangsa Israil, yaitu sejak Yakub sampai sebelum Nabi Isa.

a. II Raja-raja 24:1: Bermula, maka pada zaman baginda sudah berangkatlah baginda, Nebukadnesar, raja Babil maka Raja Yuyakin menjadi hambanya 3 tahun lamanya, kemudian berpaling haluanlah baginda dan mendurhaka kepadanya.
b. II Raja-raja 25:2: Maka negeri itu dikepung rapat-rapat sampai kepada tahun yang ke-11 daripada kerajaan Zedekia.
c. I Tawarikh 18:1: Hatta, maka kemudian daripada itu dikalahkan Daud akan Palistin, ditaklukkannya akan mereka itu, dan dirampasnya Gath serta dengan segala daerah daripada tangan orang Palistin.
d. Ruth 1:3: Hatta, maka Elimelekh laki Naomi itupun matilah, ketinggalan perempuan itu dengan kedua anak laki-lakinya.

Perihal Nubuatan

Yaitu tentang hal-hal besar yang akan terjadi dikemudian hari.

a. Daniel 6: 28: Bahwa ialah penebus dan penolong, dan iapun membuat tanda-tanda ajaib di langit dan di atas bumi, karena telah melepaskan Daniel daripada kandang singa.
b. Daniel 4: 10: Maka inilah segala khayal di kepalaku dalam peraduanku, bahwa sesungguhnya kulihat adalah sebatang pohon kayu ditengah-tengah bumi dan amat besar tingginya.
c. Yesaya 21: 7: Maka dilihatnya orang berkendaraan, orang berkuda dua-dua, orang mengendarai unta, orang mengendarai unta, lalu didengarnya sekuat-kuat ia boleh mendengar.
d. Yesaya 3: 24: Maka akan jadi kelak, bau busuk menggantikan bau-bauan yang harum, dan kain compang-camping akan ganti kain yang indah-indah, dan gundul kepala akan ganti ikal-ikalan rambut, dan kain kembali akan ganti pakaian hari raya, dan arang dimuka akan ganti elok paras.
Itukah kurang lebih Perjanjian Lama, yaitu suatu kumpulan Taurat Musa, Zabur dan kitab Nabi-Nabi yang lain. Bila kita lebih teliti membacanya, maka kita akan menjumpai suatu tanda-tanya, hal mana mungkin disebabkan karena terlampau banyaknya tangan yang menulis, dan mungkin pula karena ada sebahagian diantaranya yang ditulis oleh tangan manusia biasa, artinya bukan dengan bimbingan Rokh Allah. Kita jumpai misalnya:

Adanya pertentangan ayat-ayat didalam Perjanjian Lama

a. Dalam Kejadian 46:21 disebutkan anak Bunyamin 10 orang. Dalam Bilangan 26:38 disebutkan anak Bunyamin 5 orang. Dalam I Tawarikh 7:8 disebutkan anak Bunyamin 3 orang.
b. Dalam II Raja-Raja 8:26 adapun umur Ahazia waktu naik takhta 22 tahun. Dalam II Tawarikh 22:2 adapun umur Ahazia waktu naik takhta 42 tahun.
c. Dalam II Raja-Raja 24:8 adapun umur Yoyakim 18 tahun waktu naik raja. Dalam II Tawarikh 36:9 adapun umur Yoyakim waktu naik raja 8 tahun.
d. Dalam II Semuil 8:4 disebut Daud menawan 1.700 orang berkuda. Dalam I Tawarikh 18:4 disebut Daud menawan 7.000 orang berkuda.
e. Dalam II Semuil 8: 8 disebutkan Daud merampas kota-kota Banhah dan Bieru. Dalam I Tawarikh 18:8 disebutkan Daud merampas kota-kota Thilhah dan Khua.
f. Dalam Kejadian 7:2-3 disebutkan ambillah binatang halal 7-7 ekor. Dalam Kejadian 7:8-9 disebutkan maka datanglah binatang itu 2-2 ekor.
g. Dalam II Semuil 24:9 disebutkan dalam kerajaan Daud ada 800.000 orang yang tahu menghunus pedang dan 500.000 orang Yahudi. Dalam I Tawarikh 21:5 disebutkan dalam kerajaan Daud ada 1.100.000 orang yang tahu menghunus pedang dan 470.000 orang Yahudi.

Adanya ceritera-ceritera yang meragu-ragukan hati

1. Allah lebih kejam daripada manusia: Dalam Semuil 15:2-3 disebutkan suatu perintah kepada raja Saul untuk membunuhi sekalian orang Amalek, besar kecil tua muda bahkan sampai kepada kambing-kambing domba-domba dan unta-unta tidak pula terkecuali perempuan dan anak-anak. Akal kita bertanya: Mengapakah Allah yang sedemikian rakhman rakhiem itu sampai hati untuk mengeluarkan perintah itu? Bahkan ketika kemudian oleh karena Saul menolak perintah Allah yang kejam itu, maka berbaliklah amarah Allah kepadanya, dikutukinya ia sehingga iapun dikalahkan oleh orang-orang Amalek. Bertanya hati kita: Adakah manusia lebih berhati lembut dari pada Allah itu sendiri ?
2. Allah berbentuk sebagai manusia, makan minum dst-nya Dikisahkan dalam Kejadian 18:1-33 Allah singgah di kemah Ibrahim, makan-makan dan minum-minum, serta sempat pula berdialog dan bercanda gurau dengan Ibrahim. Dalam Kejadian 32:25-32 bahkan diceriterakan Allah dapat dikalahkan oleh nabi Yakub.
3. Allah kadang-kadang tidak bijaksana: Terbaca dalam Kejadian 6: 6, maka bersesallah Allah sebab telah diciptakannya manusia ini, maka Ia itu mendukacitakan hatiNya. Dengan kata lain, karena kurang bijaksana-Nya, maka Allah akhirnya menyesali apa yang telah diperbuatnya.
4. Teladan nabi-nabi kita biadab, berzina melebihi batas Nabi Luth menyerahkan kedua puterinya yang masih perawan untuk diperkosa oleh pemuda-pemuda Sodom dan Gomorah, gagal dengan itu, maka puteri-puterinya memabuki ayahnya sehingga mereka bersetubuh dengan bapaknya sendiri. (Kejadian pasal 19).
Karena takutnya maka Nabi Ibrahim menyerahkan atau membiarkan Sarah, isterinya dibawa oleh raja Gerar dengan maksud untuk dizinai (Kejadian 20).
Demikian pula Yehuda, yang berzina dengan anak menantunya sendiri yang bernama Tamar (Kejadian 38) Sedangkan nabi Samson berzina dengan perempuan lacur (Hakim-hakim 16). Nabi dan Raja Daud berzina dengan Uria isteri perwira bawahannya, yang baru saja datang bulan (II Semuil 11:4), sedangkan didalam II Semuil 13:1-16 diceriterakam bahwa Ammon, putera Nabi dan Raja Daud memperkosa adik kandungnya sendiri yang bernama Tammar, bahkan sesudah diperkosa ia lalu mengusir Tammar.
5. Tulisan (yang dianggap sebagai wahyu Allah itu) kadang-kadang merangsang sex: Setelah diketahui oleh Onan (cucu Nabi Yakub) akan bibit ini kelak bukan menjadi benihnya, maka apabila ia bersetubuh dibuangkannya maninya ketanah. (Kejadian 38:9). Kedua belah susumu seperti anak kijang yang kembar, yang mencari makan diantara segala bunga bakung. (Syirulasar 4:5). Demi melihat akan kekasihnya, maka berkatalah Soleman:
Aku ini sudah menanggalkan pakaianku mana boleh aku memakainya pula, dan aku ini sudah membasuhkan kakiku, mana boleh aku mencemarkannya pula (Syirulasar 5:3). Bahwa lembagamu (kemaluan perempuan) kekasih yaitu seperti pokok kurma, dan susunya seperti tandan buah-buah (Syirulasar 7:7). Maka ia itu berbuat zina di Mesir, pada masa mudanya ia berbuat zina itu, disanalah susunya dijamah, dan disanalah mata susunya dipermainkan (Yehezkiel 23:2). Dan lagi tiada ditinggalkan zinanya di Mesir yang sudah bersetubuh dengannya pada masa mudanya dan sudah menjamah mata susunya pada masa ia lagi anak perawan. (Yehezkiel 23: 8). Tetapi semakin dibuat zinanya sambil mengenangkan masa mudanya, maka asyiklah ia terlebih daripada segala gundik-gundiknya yang dagingnya seperti daging keledai dan cemarnya seperti cemar kuda. (Yehezkiel 23: 19).

MENGAPAKAH PERJANJIAN LAMA JADI SEDEMIKIAN?

Dari suatu kesimpulan yang kuat, dapatlah diuraikan bahwa memang pengikut-pengikut Musa tidaklah semuanya terdiri dari orang yang baik-baik, melainkan ada pula segolongan diantaranya yang lebih mementingkan sifat nasionalisnya, sehingga untuk demi mempertinggi suku dan golongannya itu, mereka kemudian tidak ragu-ragu mengaku-aku keturunan nabi ini atau nabi anu, walaupun untuk memperkuat hal itu terpaksa mereka menceriterakan ceritera fitnah, bahwa keturunannya dengan nabi anu adalah dengan jalan zina. Dari pembuktian sejarah, maka kitab Taurat Musa sendiri sudah tidak asli lagi, sejak penjajahan Raja Babilonia yaitu Raja Nebukadnesar pada tahun 660SM. Mereka merampas semua kitab-kitab Yahudi dan merusaknya, antara lain dengan memasukkan paham-paham ajaran dewa kafir Molokh, yaitu dewa Api, sesajian darah, dan penyembahan Tuhan Rokh kudus selaku burung merpati, hasil karya raja Hamurabbi. Kemudian pada tahun 70M. masih pula dirusakkan oleh Titus, pada masa pemerintahan Romawi yang merusakkan kota Yerusalem sampai tiada dijumpai dua bata bersusun menjadi satu. Kerusakan ini masih diperlarutkan pula setelah datangnya zaman baru, dimana ada pula sebahagian ummat yang sengaja merusak nama nabi-nabi yang dahulu, dengan mengecualikan Yesus atau Isa, sebab mereka mempunyai latar belakang yang tersendiri antara Isa dan nabi-nabi lainnya dengan menaruh atau lebih tepatnya mendosakan nabi-nabi lain, serta menghilangkan seluruh sifat-sifat kemanusiaan Yesus, maka mereka berharap orang akan percaya bahwa Yesus itu sungguhlah anak Allah.

PERJANJIAN BARU

Perjanjian Baru ialah kitab-kitab atau tulisan-tulisan yang datangnya sesudah Nabi Isa, apakah itu sepuluh, ataukah mungkin ratusan tahun sesudahnya. Perjanjian Baru terdiri atas dua bagian, yaitu Injil-injil dan surat-surat kiriman. Isi Perjanjian Baru ialah:

1. Injil yaitu Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya, Termasuk pula dalam injil Lukas ialah Kisah Rasul-Rasul, yaitu tulisan Dr. Lukas, tabib pribadi Paulus, tentang diri Paulus.
2. Surat-surat kiriman (oleh Paulus) terdiri dari 14 surat banyaknya:
Surat kiriman kepada orang Rum
Surat kiriman kepada orang Korintus I & II
Surat kiriman kepada orang Galatia
Surat kiriman kepada orang Epesus
Surat kiriman kepada orang Pilipi
Surat kiriman kepada orang Kolose
Surat kiriman kepada orang Tesalonika I & II
Surat kiriman kepada sahabatnya Titus I & II
Surat kiriman kepada sahabatnya Pilemon
Surat kiriman kepada orang orang Ibrani
Surat dari Yakub, Petrus I & II, Yahya I, II, III dan V, dimana yang ke-IV ini disebutkan wahyu kepada Yahya dan sebuah dari Yehuda. Maka jumlah keseluruhannya ialah 27 buah, yaitu 5 buah Injil, termasuk kisah rasul-rasul, 22 buah surat kiriman, 14 diantaranya buah tangan Paulus. Didalam kita menelaah Perjanjian Baru maka ada tiga persoalan yang harus kita selesaikan yaitu: Satu atau Tigakah Allah menurut Perjanjian Baru?

Manusia atau Tuhankah tokoh Yesus dalam Perjanjian Baru?

Masihkah Hukum Musa (Taurat) itu berlaku?

Untuk supaya kita dapat menyelaminya lebih mendalam baiklah lebih dahulu kita cantumkan beberapa ayat-ayat Perjanjian Baru, yang mungkin berguna dalam penyelidikan kita lebih lanjut. Kita lihat sekarang:

1. Matius 5:17: Janganlah kamu sangkakan aku datang ke dunia ini untuk merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi, bukannya aku datang untuk merombak kitab Taurat atau nabi-nabi, melainkan untuk menggenapi.
2. Rum 3:31: Jikalau demikian adakah kami membatalkan Taurat oleh sebab iman itu? Tidak, sekali-kali tidak melainkan kami meneguhkannya.
3. Matius 4: 2: Setelah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam lamanya, maka iapun laparlah.
4. Yahya 3:16: Karena demikian Allah mengasihi dunia ini, sehingga dikaruniakannya anaknya yang tunggal, supaya barang siapa percaya akan dia jangan binasa, melainkan mendapatkan hidup yang kekal.
5. Yahya 5:7: Karena tiga yang menjudi saksi di surga yaitu bapa, firman dan rokhulkudus.
6. Galatia 3:10: Karena seberapa banyak orang yang keadaannya melakukan syariat Taurat, ada dibawah kutuk seperti tersurat: bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tiada tekun berbuat segala sesuatu yang tersurat didalam kitab Taurat.
7. Markus 7:8: Hukum Allah kamu tinggalkan, dan hukum manusia kamu turut.
8. Rum 3:28: Sebab itu kami sifatkan orang disebarkan oleh sebab iman, bukan dengan melakukan syariat Musa.
9. Matius 23:8: Hanya ada satu saja bapamu ialah yang ada didalam surga.
10. Galatia 2:17: Adakah Kristus Yesus itu pelayan dosa? Mustahil.

Seperti Perjanjian Lama, maka kemungkinan besar, sebab Perjanjian Baru ini ditulis pula oleh beberapa orang, maka didalam Perjanjian Barupun kita banyak menjumpai pertentangan-pertentangan, bahkan yang lebih prinsip, yang lebih penting lagi dibanding dengan Perjanjian Lama. Kita lihat sekarang:

1. Matius 5:17 dengan Galatia 3: 13, masing-masing berbunyi: Jangan kamu sangkakan Aku (Yesus) datang kedunia ini untuk merombak Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan Maka Yesus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat Musa itu, dengan menjadikan suatu kutuk karena kita karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu.
2. Menurut Rum 3:31: Jikalau demikian adakah kami ini membatalkan Taurat oleh sebab iman itu? Tidak, sekali-kali tidak. Menurut Rum 4:15: Taurat Musa itu mendatangkan murka, siapa yang melakukan hukumnya, tiada dibenarkan. (Kesimpulan: Taurat Musa memang tidak dibatalkan, tetapi ia dianggap sebagai gudangnya kemurkaan Allah).
3. Menurut Markus 12:29: Dengarkanlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan Yang Esa. Menurut I Yahya 5:7: Karena ada tiga saksi disurga yaitu bapa, firman dan roh kudus. Ayat ini diperjelas lagi dengan Matius 28:19: Yesus menyuruh murid-muridnya pergi ke seluruh bumi, membaptiskan orang dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus. (Kesimpulan: Yesus memungkiri kata-katanya sendiri, yaitu Tuhan yang Esa menjadi Tuhan yang tiga yaitu Bapa, Anak dan Rokhulkudus.
4. Menurut Matius I: 1-16: Silsilah Yesus sampai Ibrahim ada 42. Menurut Lukas 3: 23-34: Silsilah Yesus sampai Ibrahim ada 55. (Kesimpulan: Kalau Matius benar maka Lukas salah; kalau Lukas yang benar, lalu bagaimanakah dengan Matius? Lagipula menurut Matius nenek Yesus ialah Yusuf, melalui keturunan Soleman, menurut Lukas nenek Yesus ialah Heli, melalui keturunan Natan).
5. Menurut Yahya 5:37: Yesus mengatakan: Maka bapa itu yang sudah menyuruh aku, ia sendiri telah menyaksikan dari halku. Kamu belum mendengar suaranya dan menampak dia.
Menurut Yahya 3:16: Allah berkata: Inilah anakku yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan. (Kesimpuhan: Yesus manusia atau Tuhan? Ia Rasul yaitu pesuruh Allah ataukah ia Allah, seperti yang dikatakan oleh Yahya 1: 1).
6. Menurut Matius 10: 5-6: Ajaran Yesus khusus untuk bangsa Yahudi saja. Menurut Matius 28:29: Ajaran Yesus untuk semua orang, dikuatkan pula oleh kisah rasul-rasul 14:27.
(Kesimpulan: Ucapan Yesus tidak selamanya tepat, ia sesudah bangkit dan kematiannya, berubah hatinya, mengubah ajarannya dari khusus untuk bangsa Yahudi menjadi untuk segala bangsa dan bahasa dan kaum).
7. Menurut Rum 3:31: Adakah kami membatalkan hukum Taurat? Tidak, sekali-kali tidak. Menurut Rum 7:6: Tetapi sekarang ini kita telah terlepas daripada hukum Taurat itu. (Kesimpulan: Paulus memungkiri kata-katanya sendiri, ia tidak menolak bahkan ia menggenapi Taurat, Tetapi ia berlepas diri daripada Taurat, dus tidak mengakuinya lagi).
8. Menurut Matius 18: 4: Anak-anak bayi tidak berdosa, hingga siapa yang menyambut kerajaan Allah seperti bayi-bayi itu akan diterima.
Menurut Rum 5: 12: Semua manusia berdosa, termasuk bayi-bayi yang tidak tahu apa-apa. Begitulah seterusnya, masih ada berpuluh-puluh ayat-ayat lagi, yang bila kita kutip semuanya, saya khawatir tidak dapat meneruskan penulisan buku ini.

EMPAT PENULIS INJIL

Empat penulis Injil, didalam menulis Injilpun berbeda satu dengan yang lainnya. Pernah saya ingat, pada suatu kali Ibu saya menanyai Ayah mengapakah dalam Injil Lukas disebut ada dua orang malaikat didalam kubur Yesus, sedangkan didalam Markus hanya disebutkan ada seorang muda? Maka sambil mengelus-elus kepalanya yang botak ia menjawab: Akh itu bukan soal, mam, Matius dan Markus menuliskan berdasarkan penglihatan masing-masing. Tetapi berdasarkan Rokhulkudus. Mengenai penglihatan masing-masing ayah lalu menceriterakan tentang syaithan dan jin, dimana si A bisa melihat si B tidak. Maka percakapan selanjutnya lalu berkisar pada pengalaman-pengalaman Ayah tentang Syaithan. (Eh, Kumaha Eta, Aba?) Yang "bukan soal" bagi ayah, itu justru "menjadi persoalan" bagi saya, sebab dengan simpang-siurnya wahyu Allah kepada rasul-rasulnya, akan lebih bersimpang siur pula ummatnya, bahkan eksesnya sungguh-sungguh diluar dugaan dan perhitunganNya dan kita. Baiklah mari kita teliti dahulu betapa satu persoalan yang sama kadang-kadang ditulis oleh penulis-penulis Injil dalam versi yang berbeda-beda. Kita jumpai misalnya:
1. Peristiwa pertemuan Yudas Iskariot dengan Yesus ditaman Getsemani:
a. menurut Matius 26:49: Yudas berkata: Assalamu alaikum.
b. menurut Markus 14:45: Yudas berkata: Ya Rabbi, Ya Rabbi.
c. menurut Lukas 22: 47: Yudas tidak berkata apa-apa.
d. menurut Yahya 17:6: Yudas tidak sempat berkata sebab jatuh.
2. Pemarangan seorang hamba imam besar:
a. Menurut Matius 26:51: Seorang DIANTARA MURID YESUS.
b. Menurut Markus 15:17: Seorang DIANTARA SEGALA ORANG.
c. Menurut Lukas 22:50: Seorang DIANTARA MEREKA ITU.
d. Menurut Yahya 17:10: Yang memarang ialah PETRUS.
3. Perihal jawaban dan sangkalan Petrus.
a. Menurut Matius 26:71-74:
(1) Tiada aku mengerti.
(2) Tiada aku kenal orang itu.
(3) Tiada aku kenal orang itu.
(sambil bersumpah, maka ayampun berkokoklah).
b. Menurut Markus 14:66-72:
Jawaban ke-1: Aku tiada mengerti dan tahu akan perkataanmu (ayam berkokok), ke-2: Tidak aku kenal orang yang kamu katakan itu (ayampun berkokoklah) jawaban ke-3 ...?
c. Menurut Lukas 22: 57-60: Jawaban ke-1: Hai perempuan, aku tidak, jawaban ke-2: Hai orang, aku tidak, jawaban ke-3: Hai orang, aku tidak mengerti apa yang engkau katakan itu (ayampun berkokoklah...)
d. Menurut Yahya 18:26, 25, 17: Jawaban ke-1: bukan; ke-2: bukan; ke-3: .. ...? (lalu ayampun berkokoklah).

4. Perihal kunjungan murid-murid Yesus ke kuburannya, di hari Minggu pagi-pagi:
a. Menurut Matius 28:1-6: Perempuan perempuan itu bertemu dengan malaikat yang menggolekkan batu kubur yang mukanya seperti kilat, dan bercakap-cakap dengan malaikat itu.
b. Menurut Markus 16:2-6: Mereka hanya menjumpai orang muda.
c. Menurut Lukas 24:23-24: Perempuan-perempuan itu berjumpa dengan 2 orang
d. Menurut Yahya 20:3-11: Petruslah yang berjumpa dengan 2 malaikat, lalu memberitahukan kepada perempuan-perempuan itu.

ULASAN DAN TANGGAPAN KITA

Menurut tanggapan ayah saya, maka hal ini bukanlah merupakan "suatu apa-apa." Mungkin karena ayah saya sudah terlalu lama dalam agama Kristen, sudah 33 tahun lamanya menjadi pendeta yang tentunya sudah jauh mendalam daripada saya. Tetapi menurut saya, maka hal ini malahan merupakan "suatu soal besar" mengingat bahwa keempat penulis Injil itu adalah manusia-manusia yang sudah dipenuhi dengan Rokhulkudus. Rokhulkudus adalah oknum Allah ketiga yang sama juga hakekatnya dengan Allah, atau Jibril menurut faham Islam. Bertanyalah kita: Mengapakah manusia-manusia yang sudah mendapat bimbingan Illahi itu masih pula "salah" menulis didalam menanggapi sesuatu persoalan yang sama? Persoalan yang mudah, yaitu pendengaran dan penglihatan. Salah Rokhulkuduskah? Artinya Allah didalam memberikan wahyunya memang dengan suatu rasa diskriminasi, atau rasa membeda-bedakan? Maka tidaklah kita akan menolak, kalau kemudian orang menyimpulkan, bahwa bukannya Allah yang salah mewahyukan, melainkan penulis-pentilis itulah sendiri yang menulis tiada dengan ilham rokhnya. Mereka menulis dengan tangannya sendiri, bukan dengan bimbingan Allah. Dengan demikian kontradiksi-kontradiksi dari ucapan Yesus, adalah karena kekhilafan mereka, penulis-penulis ini, dus bukan karena kelupaan Yesus sendiri. Lagi pula dalam penyelidikan yang teliti, mereka, yaitu Matius c.s. bukanlah mutlak murid-murid Yesus sendiri. Mereka, Lukas misalnya, adalah malahan hanya seorang tokoh yang mengikuti tokoh lain yang lebih besar pula, ialah Paulus.

SIAPAKAH PAULUS ITU?

Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan Helenisme. Dari percampuran darah Yahudi dan Yunani, yaitu darah Pandai dan darah Berpikir (Kita mengetahui bukan bahwa orang-orang Yahudi terkenal kepandaian dan penemuan-penemuan ilmiahnya, dan Yunani kita kenal pula telah melahirkan tokoh-tokoh falsafah yang agung-agung), maka Paulus memang luar biasa sekali. Otaknya cerdas luar biasa, dapat kita saksikan nanti dalam surat-surat kirimannya. Ia bahkan dengan gemilang, sekalipun mendapatkan tantangan yang bukan sedikit berhasil menyatukan alam pikiran orang-orang Gerika, Alexandria, Gybelle dan Yahudi, yang kemudiannya merupakan suatu kekuatan yang luar biasa. Terdorong oleh ibunyalah barangkali makanya ia berkeras hati ingin mengabarkan Injil kepada orang orang kafir (Gerika maksudnya), dan terdorong oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai kepada Tauratnya sekalipun.

PRIBADINYA

Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan iawaban sebagai berikut:

1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)
Menurut definisi ilmu jiwa, maka bila saja seseorang memberikan dua buah keterangan, dan kedua-duanya tidak sama, artinya manusia itu tengah berdusta. Paulus saya kira menyadari dustanya ini, sebab dikemudian hari ia bahkan menekankan kepada pengikut-pengikutnya untuk berbuat demikian seperti katanya dalam Korintus I: 9:21: yang bunyinya, berbuatlah seperti Yahudi dihadapan orang Yahudi, dan berbuatlah seperti Gerika dihadapan orang-orang Gerika. Ia kemudian dengan sombongnya mengatakan: Bila dustaku ini melimpahkan kepada kemuliaan Allah, adakah aku ini masih akan dihukumkan pula? (Rum 3:7)

Pribadi Paulus telah kita kenal. Ia bukan saja ahlhi putar balik yang baik, tetapi iapun seorang yang keras kepala. Ia dengan bangganya pula menulis, bahwa ia tidak mau tunduk kepada suatu hukum apapun dan begitulah katanya, bahwa segala sesuatu halal baginya, meskipun segala sesuatunya itu belum tentu berfaedah. Keterangan dustanya ini berlarut-larut terus, sehingga kita dapatkan pula nanti, pada waktu ia menerima "panggilan Ilhami," menurut keterangannya yang pertama, ia tidak menampak apa-apa, menurut keterangan kedua ia melihat cahaya. (Kisah rasul-rasul 9:4 dan 22:9). Menurut keterangannya yang pertama pula ia sendiri saja yang mendengarkan suara itu, menurut keterangannya yang kedua, katanya kami semuanya mendengarkan. (Kisah rasuh-rasul 9:4 dan 21:9, menurut keterangannya yang pertama pula ia mengatakan bahwa ia sendiri yang jatuh, menurut keterangan yang kedua ia mengatakan "kami semuanya rebah." Lho, dia buta, tetapi ia dapat melihat dengan jelas kawan-kawannya pada berjatuhan, aneh sekali bukan? (Kisah rasul-rasul 9:4 dan 26:14)

PERKEMBANGAN AJARAN-AJARAN PAULUS

Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah. Ia antaranya didukung oleh Ireneus (150 -202 M), Tertulianus (155 -220 M) Origens (185 -254 M) dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 -377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M. Di belakang Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 -430) dan Gregoryus Nyssa (335 -394 M). Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding, bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu. Maka tidaklah heran kita bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus, konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu "perkembangan baru dari Tuhan," seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya. Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M). Kedua golongan ini terkenal gigihnya menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah.

PEMERINTAH ROMAWI TURUN TANGAN

Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya, tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan yang datang ternyata belum setengahnya. Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua, yaitu golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan golongan golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan. Berhubung tidak adanya kata sepakat, maka kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia.
Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu. Maka mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang bernama: Katolik yang artinya Umum. Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikota Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius dengan Bapa (Creator). Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus. Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius 28:10). Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil. Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti:
(1) Injil Markion, (2) Injil Mesir, (3) Injil Eva, (4) Injil Yudas, (5) Injil Nicodemus, (6) Injil Thomas, (7) Injil Barnaba, (8) Injil Matius, (9) Injil Yosepus, (10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria, (13) Injil Yesus, (14) Injil Andreas, (15) Injil Pilipias, dan lain-lainnya.
Saya masih teringat, ketika ibu saya juga bertanya kepada ayah saya, adakah murid-murid Yesus itu juga menulis Injil dan mengapa katanya ada Injil-injil yang dilarang untuk dibaca? Ayah saya yang sudah tamat sekolah pendeta di Bandung pada tahun 1936, sebenarnya mengetahui akan hal ini. lbu saya bertanya karena kemungkinan ibu saya pernah membuka-buka buku pelajaran ayah dan kemudian terbaca olehnya. Ayah saya adalah seorang pendeta, paling tidak beliau adalah seorang Kristen yang taat. Itulah sebabnya ayah saya lalu menjawab bahwa memang benar, ada sementara Injil-injil yang dilarang sebab Injil itu ternyata Injil palsu ciptaan syaitan, yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Yesus. Ayah saya mungkin tidak diberitahukan oleh gurunya, atau ayah saya tahu, tetapi pura-pura tidak tahu, wallahu'alam, yang jelas ialah ayah saya telah memberikan suatu keterangan yang salah. Injil-injil yang dikatakan memuat ajaran syaitan dan bertentangan dengan ajaran Yesus itulah sebenarnya injil-injil yang asli, yang didalamnya tidak pernah atau belum pernah kemasukan ajaran-ajaran Paulus

MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS

Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul-rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada. Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang lebih:

1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih. (Yahya 13:23 dan 21:20). Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu.
2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum'at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuaykan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: "De Weg Van Gods Koninkrijk."
Kembali kepada soal Matius, pada waktu Yesus hidup ia masih anak kecil berumur 5 tahun. Ia menulis Injil pada tahun 88 M, dus 55 tahun sesudah kepergian Yesus. Waktu yang 55 tahun saya kira sudah sangat lama untuk mengingat semua kejadian, apalagi untuk menulis perkatan-perkataan seseorang Dari manakah ia mengetahui percakapan Gembala-gembala Efrata dengan para malaikat? Bukankah pada waktu itu ia tidak berada di padang Efrata? Lalu darimana pula ia mengetahui dialog Mariam dan Jibril? Bukankah dari mulut ke mulut juga asalnya?

YESUS DIDALAM BERBAGAI VERSI

Menurut Perjanjian Lama

1. Yesaya 11: 1: 2: Karena dari batang Isai yang tunggul itu akan terbit suatu taruk daripada akarnya akan berbuah. Maka diatasnya akan berhenti rokh Tuhan, yaitu hikmah dan akal, rokh bicara dan kuat, rokh pengetahuan dan takut akan Tuhan.
2. Yesaya 9: 5 -6: Karena seorang putera sudah jadi bagi kita,. seorang anak laki-laki sudah dikaruniakan kepada kita, dan bahwa pertuanan adalah diatas bahunya, dan namanya disebutlah orang ajaib, bicara Allah yang Maha Kuasa, Bapa Kekekalan, Raja Salam. Maka kebenaran perintahNya dan selamatNya tiada berkesudahan, maka takhta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan daripada sekarang sampai selama-lamanya. Maka gairat Tuhan serta sekalian alam akan melakukan perkara itu.
3. Yesaya 7:14: Maka sebab itu diberikan Tuhan sendiri suatu tanda alamat kepadamu kelhak: Bahwasanya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan seorang laki-laki dan dinamakannya akan dia Immanuel;
4. Micha 5:1: Maka engkau, hai Baitlahim Efrata, jikalau engkau kecil diantara beribu-ribu negeri Yehuda sekalipun, daripadamu juga akan terbit seorang yang jadi pemerintah Israil, maka keluarnya dari purba, daripada awal zaman.
5. Ulangan 33: 2: Maka katanya: Bahwa Tuhan telak datang dari Thursina, dan terbit bagi mereka dari Seir, kelihatanlah gemerlapan cahayanya dari gunung Paran. Lalu datang hampiri dari bukit Kades, maka pada kanannya adalah tiang api bagi mereka itu.
Kesimpulan: Yesus akan lahir di Baithahim, sebagai penghulu Israil, yang Tuhan akan menyertai bicaranya, dan ia akan menerima kebesaran Nabi Daud, dilahirkan oheh seseorang yang masih perawan.

Menurut Perjanjian Baru

Dari kedua Injil Sipnotik, yaitu Markus dan Lukas, didapat kesimpulan berdasarkan ayat-ayat Matius 1: 18: 25 dan Lukas 2:1-12 hal-hal sebagai berikut:

1. Yesus dilahirkan oleh seorang perawan bernama Mariam.
2. Yesus dapat lolos dari pengejaran Baginda Raja Herodes.
3. Yesus mendapatkan persembahan dari 3 orang budiman dari benua timur.
Dari kupasan dan bacaan keempat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya kita mendapatkan pula:
4. Yesus membuat tanda-tanda ajaib.
5. Yesus mengajar, dan ditentanglah ajarannya.
6. Yesus kemudian ditangkap di taman Getsemani pada hari raya Paskah.
7. Yesus dibawa menghadap kepada Kayafas, imam besar, dan Pontius Pilatus, Gubernur Romawi, serta Herodes raja seperempat negeri.
8. Yesus disalib di bukit Golgotha bersama dua orang penyamun. Yesus mati, ditombak rusuk kirinya, dan mengeluarkan air dan darah.
9. Yesus dikuburkan daham kubur Yusuf orang Arimatea yang kaya.
10. Pada hari ketiga, yaitu Minggu pagi-pagi Yesus bangkit dari antara orang mati, dan hiduplah ia 40 hari 40 malam lamanya di dunia ini.
11. Ia kemudian naik ke surga disaksikan oleh murid-muridnya.
12. Sekarang ia duduk disebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa, dan akan datang lagi nanti, menghakimkan orang yang hidup dan yang mati.

Yesus menurut Al-Qur'an

Dengan mengambil dasar surat Maryam ayat 19 -27, maka Al-Qur'an menceriterakan tokoh Yesus sebagai beriku.:

1. Yesus dilahirkan oleh Sitti Maryam yang masih perawan. Yesus lahir dengan kun fayakun, artinya jadilah lalu jadi.
2. Sengsara dibawah pohon kurma, dimana ibunya menderita lapar dan haus, karena diusir oleh keluarganya. Selanjutnya dalam surat Ali Imran ayat 45 -47 -52 dan surat Al-Maidah ayat 110 -117 serta surat Anisa ayat 157 -159 disebutkan pula:
3. Isa adalah seorang Nabi Allah untuk Bani Israil.
4. Kepada Isa, Allah menurunkan Injilnya.
5. Isa dapat membuat banyak tanda-tanda ajaib.
6. Isa tidak dibunuh dan tidak disalibkan oleh orang Yahudi atau Romawi.
7. Isa diangkat oleh Allah kedekat-Nya.
8. Pengikut Isa sebelum mati-Nya, akan memperoleh selamat.
9. Isa tidak pernah mengatakan dirinya Tuhan, demikian pula ibunya.
10. Kafirlah siapa yang mengatakan Isa adalah Allah.

Kalau Perjanjian Lama meriwayatkan Yesus masih didalam arti yang simbolik dalam bentuk yang sangat umum, maka Perjanjian Baru menanggapi Isa sudah didalam bentuknya yang riil, nyata. Oleh karena Al-Qur'an dan Perjanjian Baru menulis tentang Yesus dalam masa sesudah kedatangannya, maka didalam kedua kitab suci itu banyak terdapat pula kesamaan bentuk seperti:

1. Yesus dilahirkan oleh anak dara bernama Maryam (Lukas pasal 2 dan Surat Maryam ayat 19)
2. Yesus membuat banyak tanda-tanda ajaib, seperti membangkitkan orang mati, memberi makan 5.000 orang, menyembuhkan bermacam-macam penyakit dll. (Yahya 6: 1:13, Matius 8: 5-13, Lukas 8: 26-39, dan Surat Al-Maidah 110-117)
3. Yesus membawa pula Injil, yaitu wahyu atau firman Allah yang disampaikan kepadanya.

AJARAN YESUS KEPADA BANGSANYA

Apa yang diajarkan Yesus kepada bangsanya, sebenarnya adalah pengulangan daripada apa yang pernah diajarkan Nabi Musa kepada umumnya, hanya saja formatnya lebih jauh kedepan. Bagaimanapun Yesus tidaklah berarti membawa sesuatu ajaran-ajaran yang baru, apalagi yang bertentangan dengan Taurat Musa. Kita teliti misalnya:

1. Mengenai Tuhan, maka Yesus mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa adanya. (Markus 12: 29, Matius 22: 34 -40, Lukas 10: 25-28, Lukas 20: 39 -40)
2. Yesus mengajarkan puasa (Matius 6: 6-18), zakat (Markus 10: 2) serta cara berdo'a (Lukas 11: 1-4)
3. Yesus bersunat (Lukas 2: 8) dan berpuasa 40 hari 40 malam lamanya (Matius 4: 2) serta ia juga berdo'a (Yahya 11: 41) Tentang bagainmana isi atau nada ajaran Yesus kepada kaumnya, baiklah saya kutipkan beberapa bagian.

1. Setelah itu, maka bertuturlah Yesus kepada
orang banyak
dan murid-muridnya, katanya: Bahwa orang-orang Parisi kaum ahli-ahli Taurat Musa duduk diatas kursi Musa. Sebab itu hendaklah kamu membuat dan menurut dia, tetapi perbuatannya jangan kamu lakukan, karena mereka itu berkata-kata saja tetapi tidak mengamalkan. Maka diikatkannya tanggungan yang berat dan sukar dipikul, lalu meletakkannya diatas bahu orang, tetapi mereka sendiri dengan jarinyapun tiada mau menggerakkan dia. Maka segala perbuatannya dilakukan saja, supaya dilihat orang, maka pengikat sembahyang dilebarkannya, dan rumbai-rumbai pakaiannya dilabuhkannya. Mereka suka duduk ditempat yang mulia didalam rumah sembahyang, dan tempat kehormatan dalam perjamuan. Mereka suka diberi hormat di pasar-pasar dan suka dipanggil orang guru besar. Wahai bagi kamu, wahai orang Parisi, orang yang munafik, karena kamu menutup pintu kerajaan surga dan menahan orang. Kamu ini tiada akan masuk surga, dan orang yang akan masuk kamu tegahkan. Wahai kamu, wahai orang Paris, orang munafik. Karena kamu berjalan mengelilingi laut dan daratan hendak membawa seorang saja masuk agama. Dan apabila sudah masuk, maka kamu jadikan dia anak neraka duakali ganda daripada kamu sendiri (Matius 23: 1 -15)

2. Bahwa mereka itu, yaitu orang-orang Parisi dan ahli-ahli Taurat hanya suka berjalan-jalan dan berbicara saja, tetapi tidak beramal, mereka suka berjalan dipasar-pasar dengan jubah panjang supaya dihormati orang, mereka sembahyang supaya dilihat orang, mereka menutupi jalan orang yang mau masuk ke surga, sebab mereka sendiri tidak akan masuk kesana. (Matius 23 . 13)

3. Mereka membayarkan sepersepuluh daripada hasil-hasilnya tetapi mereka tidak memenuhi kewajibannya yang terlebih utama yaitu: Keadilan, Belas kasihan, dan Setiawan terhadap Tuhan, mereka seumpama orang yang emoh nyamuk, tetapi mau akan unta, mereka membersihkan luarnya saja, tetapi didalamnya penuh dengan tamak dan loba
Kesimpulan ajaran Yesus ialah: Cintailah Tuhan Allahmu dengan sebulat-bulat hatimu dan sepenuh-penuh akal budimu, dan cintailah sesamamu manusia seperti engkaupun mencintai dirimu sendiri. Yesus tidak menyukai orang yang munafik, yang thaat diluar tetapi busuk didalamnya. Ia tidak pula menyukai, suatu pelajaran syareat yang kaku, melainkan ia lebih condong kepada "apa hakekat, apa yang tersirat dalam surat." Ia sangat menentang terhadap segala penyelewengan-penyelewengan yang ada dalam kalangan kaum agama, dimana Taurat Musa dijadikan sebagai alat pencari nafkah dan alat mencari kedudukan.

SUNGGUHKAH YESUS DISALIBKAN?

Untuk menjawab persoalan ini saya sebenarnya telah mengarang sebuah buku yang memuat suatu uraian yang lengkap, yang saya beri nama: "Sekitar Salib." Maka untuk rnenjawab persoalan ini baiklah saya kemukakan beberapa persoalan persoalan saja.

1. Dengan berdasarkan pada teriakan: "Eli eli, lama sabath tani," dapat ditarik dua kesimpulan:
a. Allah tidak setiawan, sehingga diperlukan suatu teriakan-teriakan yang nyaris histeris kepadanya.
b. Allah jelas tidak Esa, karena ada 2 Allah disaat itu, yaitu Allah yang memanggil dan Allah yang dipanggil-panggil (tetapi tidak datang). Setidak-tidaknya, keesaan Allah telah pernah retak, yaitu pada sekitar tahun 33 M.
2. Kalau Allah Bapa sama dan sehakekat dengan Allah Putera dan sama sehakekat pula dengan Allah Rokhulkudus, mengapakah tidak boleh dikatakan bahwa yang disalib adalah Bapa ataukah Rokhulkudus? Kalau tidak boleh, apakah masih akan dipertahankan bahwa Tuhan itu tiga tetapi satu ?
3. Kalau dosa manusia adalah tersebab oleh sebuah apel yang dimakan Adam, dan Yesus kemudiannya turun ke dunia untuk menebus dosa itu, adakah buah apel itu lebih penting daripada Yesus, sehingga olehnya Yesus harus dikorbankan? Manakah yang terlebih utama, Anak Allah ataukah sebuah Apel yang kecil ?
4. Kalau penyaliban Yesus di kayu palang merupakan persembahan atau pengurbanan yang paling lezat "sehingga Allah berkenan atasnya," bertanyalah akal kita: "Adakah Allah sedemikian kejamnya sehingga tega menyantap tubuh dan darah anaknya sendiri ??? Bahkan acara "Makan-makan dan Minum-minum" ini diikuti pula oleh ummat manusia di seluruh dunia pada tiap-tiap perjamuan suci atau misa vang kudus.
5. Bagaimanakah akal harus menangkap, bahwa disamping menyembah. padanya, kitapun memakan dan meminumi tubuh dan darahnva sepuas-puasnya?
6. Dengan dalih akal yang mana, atau logika apa, dapat dimengerti bahwa roti hostia itu akan berubah menjadi "Tubuh dan Darah" Tuhan Yesus? Bukankah Hostia itu dibuat dari tepung biasa ? 

Di pos oleh Arbain Muhayat pada 29 March 2012